Pertanyaan Pemantik Β· Diskusi Dua Kubu

Etika Kristen: Aborsi & Eutanasia

Siswa dibagi dua kubu dan mewakili posisi pro dan kontra sebagaimana dipetakan di materi β€” bukan harus meyakininya. Tiap jawaban wajib menyebut minimal satu ayat atau satu argumen dari materi.

✍️ Simon Sarbunan, M.Si Teol 🎯 Remaja Β· SMA Β· Mahasiswa ⏱ Β±105 menit (bisa dipangkas β€” lihat catatan fasilitator) πŸ“Œ Klik nomor soal untuk menandai sudah dibahas
πŸ“„ Materi: Etika Kristen β€” Aborsi dan Eutanasia (PDF, 8 halaman)klik untuk buka / tutup

Pembagian kelompok

Kubu A β€” "Hidup adalah milik Allah"

Aborsi: Pro-life (I.3.A) Β· Eutanasia: Anti-eutanasia (II.3.A)

Ayat
Kej 1:27 Β· Mzm 139:13-14 Β· Yer 1:5 Β· Kel 20:13 Β· Rm 14:7-8 Β· Ayb 1:21 Β· 1Kor 6:19-20
Argumen
Kontinuitas biologis Β· Potensi Β· Melindungi yang rentan Β· Kehidupan sakral Β· Kemiringan licin Β· Paliatif sebagai alternatif Β· Martabat = menerima hidup sebagai hadiah
Tokoh
Yohanes Paulus II (Evangelium Vitae), Stanley Hauerwas, Darrell Cole, Alasdair MacIntyre

Kubu B β€” "Otonomi adalah bagian dari anugerah"

Aborsi: Pro-choice (I.3.B) Β· Eutanasia: Pro-eutanasia (II.3.B)

Ayat
Kel 21:22-25 Β· 1Kor 7:4 Β· Luk 1:26-38 Β· 2Kor 5:1-4 Β· Flp 1:21-24 Β· Mat 10:28
Argumen
Otonomi tubuh (analogi transfusi) Β· Personhood bertahap Β· Konteks sosial Β· Belas kasihan Β· Kualitas hidup Β· Martabat = mampu memutuskan hidup sendiri
Tokoh
Rosemary R. Ruether, Margaret Farley, Joseph Fletcher, James Rachels
Peran guru/fasilitator: memegang posisi moderat (I.3.C & II.3.C) β€” menengahi, menagih ayat/argumen, dan melempar pertanyaan lanjutan. Legenda: Kubu AKubu BKeduanyaPribadi
BABAK 01

Pemanasan: "Kapan seseorang menjadi manusia?"

15 mnt

Keduanya menjawab, lalu saling menanggapi.

  1. 1
    Kubu A

    Mazmur 139 dan Yeremia 1:5 mengatakan Allah mengenal kita sejak dalam kandungan. Apakah "dikenal Allah" otomatis berarti "memiliki hak hidup yang sama dengan bayi yang sudah lahir"? Jelaskan.

  2. 2
    Kubu B

    Keluaran 21:22-25 memberi hukuman lebih ringan untuk keguguran akibat perkelahian daripada untuk kematian orang dewasa. Apakah ini cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa Alkitab sendiri membedakan status janin dan orang dewasa?

  3. 3
    Keduanya

    Materi menyebut Argumen Kontinuitas Biologis (tidak ada titik pemisah yang jelas) melawan Argumen Personhood (pribadi dimulai saat ada kesadaran / rasa sakit / viabilitas). Kalau kalian harus memilih satu titik di mana janin mulai punya hak, di mana kalian meletakkannya β€” dan mengapa titik itu, bukan titik lain?

BABAK 02

Aborsi: benturan hak

20 mnt

Format tanya–jawab silang: satu kubu menyerang, kubu lain bertahan.

  1. 4
    B menyerangA bertahan

    Analogi transfusi darah di materi β€” kita tidak boleh memaksa seseorang mendonorkan darah walau itu menyelamatkan nyawa orang lain. Mengapa rahim seorang perempuan harus diperlakukan berbeda dari darah seorang pendonor?

  2. 5
    A menyerangB bertahan

    Kalian mengutip Lukas 1:38 ("terjadilah padaku menurut perkataanmu") sebagai bukti Maria diberi pilihan. Tetapi Maria memilih menerima. Bukankah teks ini justru meneladankan penerimaan kehamilan, bukan hak menolaknya?

  3. 6
    A menyerang

    Data materi: 70% alasan aborsi adalah ketidakmampuan finansial, hanya 20% kesehatan, 1% pemerkosaan. Kalau argumen pro-choice dibangun di atas kasus ekstrem (pemerkosaan, nyawa ibu), bagaimana kalian membela 70% kasus yang alasannya ekonomi?

  4. 7
    B menyerang

    Data materi: aborsi tidak aman menyebabkan 13% kematian ibu di dunia. Kalau aborsi dilarang total (posisi Katolik di I.4), apakah Kubu A siap bertanggung jawab atas kematian ibu-ibu itu? Bagaimana "Jangan membunuh" (Kel 20:13) berlaku untuk mereka?

  5. 8
    Keduanya

    1 Korintus 7:4 dipakai Kubu B sebagai dasar otonomi tubuh, padahal ayat itu justru berbunyi "istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri". Kubu A: apakah ini penyalahgunaan ayat? Kubu B: bagaimana kalian membenarkan tafsiran itu?

BABAK 03

Kasus khusus (I.5): di mana garis kalian bergeser?

15 mnt

Tiap kubu wajib menjawab JUJUR β€” boleh mengakui pengecualian. Ini pintu masuk posisi moderat.

  1. 9
    Kubu A

    Materi: "hampir semua tradisi Kristen" menerima aborsi bila nyawa ibu terancam β€” kecuali Gereja Katolik yang menolak dalam semua keadaan. Kalian ikut Katolik atau ikut mayoritas? Apa konsekuensinya bagi konsistensi argumen "kehidupan dimulai saat konsepsi"?

  2. 10
    Keduanya

    Cacat janin fatal (janin dipastikan tidak akan bertahan hidup setelah lahir). Kubu A: apakah memaksa ibu melanjutkan kehamilan sembilan bulan demi bayi yang akan meninggal beberapa jam adalah bentuk kasih atau kekejaman? Kubu B: kalau kalian mengizinkan ini, apa yang menghentikan aborsi karena cacat yang tidak fatal, misalnya Down syndrome?

  3. 11
    Kubu B

    Aborsi karena jenis kelamin. Materi mencatat "banyak tradisi Kristen menentangnya". Kalau otonomi tubuh adalah prinsip tertinggi, atas dasar apa kalian melarang perempuan yang memilih aborsi karena janinnya perempuan? Bukankah itu berarti otonomi bukan prinsip tertinggi kalian?

  4. 12
    Kubu A

    Pemerkosaan. Materi: hampir semua tradisi menerima aborsi di sini. Janin hasil pemerkosaan tetap "diciptakan menurut gambar Allah" (Kej 1:27). Mengapa ia boleh kehilangan hak hidup karena kejahatan yang bukan perbuatannya?

BABAK 04

Eutanasia: siapa pemilik hidup?

20 mnt

Tukar peran penyerang.

  1. 13
    B menyerang

    Filipi 1:21-24 β€” Paulus "ingin pergi dan bersama Kristus, karena itu jauh lebih baik". Kalau kematian adalah keuntungan dan tubuh kurang penting dari jiwa (Mat 10:28), mengapa Kubu A begitu takut mengizinkan orang yang sekarat memilih waktu pulangnya?

  2. 14
    A menyerang

    Di ayat yang sama, Paulus memilih tetap hidup demi jemaat. Bukankah ini justru bukti bahwa keinginan pribadi untuk mati harus tunduk pada kebutuhan orang lain β€” persis kebalikan dari argumen otonomi kalian?

  3. 15
    A menyerang

    Data Kanada di materi: dari 700 kasus (2016) menjadi lebih dari 10.000 kasus (2023). Belanda: 4% dari semua kematian. Bukankah ini bukti empiris argumen kemiringan licin (slippery slope), bukan sekadar ketakutan teoretis?

  4. 16
    B menyerang

    80–90% orang memilih eutanasia karena penderitaan fisik yang tidak terkontrol. Kubu A menawarkan "perawatan paliatif" sebagai alternatif. Tapi kalau paliatif sudah diberikan dan tetap gagal mengendalikan rasa sakit β€” apa yang tersisa dari argumen kalian selain "menderitalah sampai Tuhan mengambilmu"?

  5. 17
    Keduanya

    "Martabat". Kedua kubu di materi sama-sama memakai kata ini. Kubu A: martabat = menerima hidup sebagai hadiah. Kubu B: martabat = mampu memutuskan hidup sendiri. Definisikan martabat menurut kubu kalian dalam satu kalimat, lalu tunjukkan di mana definisi lawan kalian runtuh.

BABAK 05

Aktif vs pasif: garis yang kabur

15 mnt
  1. 18
    Kubu B

    Materi: Gereja Katolik menolak eutanasia dalam semua bentuk, tetapi mengakui menolak "perawatan yang sia-sia" (melepas ventilator) dapat diterima. Bukankah ini eutanasia pasif dengan nama lain β€” dan berarti Kubu A sebenarnya sudah setuju dengan kalian, tinggal soal cara?

  2. 19
    Kubu A

    James Rachels (dikutip materi) berpendapat tidak ada perbedaan moral yang signifikan antara aktif dan pasif β€” keduanya sama-sama bermaksud agar pasien meninggal. Apa bedanya secara moral "melepas ventilator lalu menunggu 3 hari" dengan "menyuntik lalu selesai dalam 3 menit", kalau niat dan hasilnya sama?

  3. 20
    Kubu B

    Materi mencatat 20–30% yang memilih eutanasia mengalami depresi/gangguan mental, dan 30–40% karena merasa "beban bagi keluarga". Bagaimana kalian menjamin bahwa "pilihan otonom" itu benar-benar otonom β€” bukan hasil tekanan halus dari keluarga, biaya rumah sakit, atau depresi yang tidak diobati?

BABAK 06

Pembalik peran

10 mnt

Setiap kubu wajib menjawab dari posisi LAWAN.

  1. 21
    Kubu A β†’ sebagai pro-choice

    Apa argumen pro-choice yang paling sulit kalian bantah tadi, dan mengapa?

  2. 22
    Kubu B β†’ sebagai pro-life

    Apa argumen pro-life yang paling menggoyahkan kalian tadi, dan mengapa?

  3. 23
    Keduanya

    Materi (Bagian III) mencatat ada lebih banyak konsensus Kristen soal eutanasia daripada aborsi. Menurut kalian, mengapa? Apa yang membuat orang Kristen lebih mudah sepakat tentang akhir hidup daripada awal hidup?

PENUTUP

Refleksi pribadi β€” bukan lagi mewakili kubu

10 mnt

Ditulis; boleh tidak dibacakan.

  1. 24
    Pribadi

    Setelah memperjuangkan posisi yang mungkin bukan keyakinanmu sendiri, apakah pandangan pribadimu bergeser? Ke arah mana?

  2. 25
    Pribadi

    Penutup materi memberi enam prinsip: Firman, tradisi, akal, pengalaman orang nyata, belas kasihan, dan Allah sebagai hakim akhir. Prinsip mana yang paling jarang kamu dengar dipakai ketika orang Kristen memperdebatkan isu ini β€” dan mana yang paling sering disalahgunakan?

  3. 26
    Pribadi

    Bayangkan seorang teman gerejamu datang dan bercerita ia baru saja melakukan aborsi, atau ayahnya meminta eutanasia. Dari seluruh diskusi tadi, kalimat pertama apa yang akan kamu ucapkan padanya?

Catatan untuk fasilitator