Pertanyaan Pemantik Β· Diskusi Dua Kubu
Siswa dibagi dua kubu dan mewakili posisi pro dan kontra sebagaimana dipetakan di materi β bukan harus meyakininya. Tiap jawaban wajib menyebut minimal satu ayat atau satu argumen dari materi.
Pembagian kelompok
Aborsi: Pro-life (I.3.A) Β· Eutanasia: Anti-eutanasia (II.3.A)
Aborsi: Pro-choice (I.3.B) Β· Eutanasia: Pro-eutanasia (II.3.B)
Keduanya menjawab, lalu saling menanggapi.
Mazmur 139 dan Yeremia 1:5 mengatakan Allah mengenal kita sejak dalam kandungan. Apakah "dikenal Allah" otomatis berarti "memiliki hak hidup yang sama dengan bayi yang sudah lahir"? Jelaskan.
Keluaran 21:22-25 memberi hukuman lebih ringan untuk keguguran akibat perkelahian daripada untuk kematian orang dewasa. Apakah ini cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa Alkitab sendiri membedakan status janin dan orang dewasa?
Materi menyebut Argumen Kontinuitas Biologis (tidak ada titik pemisah yang jelas) melawan Argumen Personhood (pribadi dimulai saat ada kesadaran / rasa sakit / viabilitas). Kalau kalian harus memilih satu titik di mana janin mulai punya hak, di mana kalian meletakkannya β dan mengapa titik itu, bukan titik lain?
Format tanyaβjawab silang: satu kubu menyerang, kubu lain bertahan.
Analogi transfusi darah di materi β kita tidak boleh memaksa seseorang mendonorkan darah walau itu menyelamatkan nyawa orang lain. Mengapa rahim seorang perempuan harus diperlakukan berbeda dari darah seorang pendonor?
Kalian mengutip Lukas 1:38 ("terjadilah padaku menurut perkataanmu") sebagai bukti Maria diberi pilihan. Tetapi Maria memilih menerima. Bukankah teks ini justru meneladankan penerimaan kehamilan, bukan hak menolaknya?
Data materi: 70% alasan aborsi adalah ketidakmampuan finansial, hanya 20% kesehatan, 1% pemerkosaan. Kalau argumen pro-choice dibangun di atas kasus ekstrem (pemerkosaan, nyawa ibu), bagaimana kalian membela 70% kasus yang alasannya ekonomi?
Data materi: aborsi tidak aman menyebabkan 13% kematian ibu di dunia. Kalau aborsi dilarang total (posisi Katolik di I.4), apakah Kubu A siap bertanggung jawab atas kematian ibu-ibu itu? Bagaimana "Jangan membunuh" (Kel 20:13) berlaku untuk mereka?
1 Korintus 7:4 dipakai Kubu B sebagai dasar otonomi tubuh, padahal ayat itu justru berbunyi "istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri". Kubu A: apakah ini penyalahgunaan ayat? Kubu B: bagaimana kalian membenarkan tafsiran itu?
Tiap kubu wajib menjawab JUJUR β boleh mengakui pengecualian. Ini pintu masuk posisi moderat.
Materi: "hampir semua tradisi Kristen" menerima aborsi bila nyawa ibu terancam β kecuali Gereja Katolik yang menolak dalam semua keadaan. Kalian ikut Katolik atau ikut mayoritas? Apa konsekuensinya bagi konsistensi argumen "kehidupan dimulai saat konsepsi"?
Cacat janin fatal (janin dipastikan tidak akan bertahan hidup setelah lahir). Kubu A: apakah memaksa ibu melanjutkan kehamilan sembilan bulan demi bayi yang akan meninggal beberapa jam adalah bentuk kasih atau kekejaman? Kubu B: kalau kalian mengizinkan ini, apa yang menghentikan aborsi karena cacat yang tidak fatal, misalnya Down syndrome?
Aborsi karena jenis kelamin. Materi mencatat "banyak tradisi Kristen menentangnya". Kalau otonomi tubuh adalah prinsip tertinggi, atas dasar apa kalian melarang perempuan yang memilih aborsi karena janinnya perempuan? Bukankah itu berarti otonomi bukan prinsip tertinggi kalian?
Pemerkosaan. Materi: hampir semua tradisi menerima aborsi di sini. Janin hasil pemerkosaan tetap "diciptakan menurut gambar Allah" (Kej 1:27). Mengapa ia boleh kehilangan hak hidup karena kejahatan yang bukan perbuatannya?
Tukar peran penyerang.
Filipi 1:21-24 β Paulus "ingin pergi dan bersama Kristus, karena itu jauh lebih baik". Kalau kematian adalah keuntungan dan tubuh kurang penting dari jiwa (Mat 10:28), mengapa Kubu A begitu takut mengizinkan orang yang sekarat memilih waktu pulangnya?
Di ayat yang sama, Paulus memilih tetap hidup demi jemaat. Bukankah ini justru bukti bahwa keinginan pribadi untuk mati harus tunduk pada kebutuhan orang lain β persis kebalikan dari argumen otonomi kalian?
Data Kanada di materi: dari 700 kasus (2016) menjadi lebih dari 10.000 kasus (2023). Belanda: 4% dari semua kematian. Bukankah ini bukti empiris argumen kemiringan licin (slippery slope), bukan sekadar ketakutan teoretis?
80β90% orang memilih eutanasia karena penderitaan fisik yang tidak terkontrol. Kubu A menawarkan "perawatan paliatif" sebagai alternatif. Tapi kalau paliatif sudah diberikan dan tetap gagal mengendalikan rasa sakit β apa yang tersisa dari argumen kalian selain "menderitalah sampai Tuhan mengambilmu"?
"Martabat". Kedua kubu di materi sama-sama memakai kata ini. Kubu A: martabat = menerima hidup sebagai hadiah. Kubu B: martabat = mampu memutuskan hidup sendiri. Definisikan martabat menurut kubu kalian dalam satu kalimat, lalu tunjukkan di mana definisi lawan kalian runtuh.
Materi: Gereja Katolik menolak eutanasia dalam semua bentuk, tetapi mengakui menolak "perawatan yang sia-sia" (melepas ventilator) dapat diterima. Bukankah ini eutanasia pasif dengan nama lain β dan berarti Kubu A sebenarnya sudah setuju dengan kalian, tinggal soal cara?
James Rachels (dikutip materi) berpendapat tidak ada perbedaan moral yang signifikan antara aktif dan pasif β keduanya sama-sama bermaksud agar pasien meninggal. Apa bedanya secara moral "melepas ventilator lalu menunggu 3 hari" dengan "menyuntik lalu selesai dalam 3 menit", kalau niat dan hasilnya sama?
Materi mencatat 20β30% yang memilih eutanasia mengalami depresi/gangguan mental, dan 30β40% karena merasa "beban bagi keluarga". Bagaimana kalian menjamin bahwa "pilihan otonom" itu benar-benar otonom β bukan hasil tekanan halus dari keluarga, biaya rumah sakit, atau depresi yang tidak diobati?
Setiap kubu wajib menjawab dari posisi LAWAN.
Apa argumen pro-choice yang paling sulit kalian bantah tadi, dan mengapa?
Apa argumen pro-life yang paling menggoyahkan kalian tadi, dan mengapa?
Materi (Bagian III) mencatat ada lebih banyak konsensus Kristen soal eutanasia daripada aborsi. Menurut kalian, mengapa? Apa yang membuat orang Kristen lebih mudah sepakat tentang akhir hidup daripada awal hidup?
Ditulis; boleh tidak dibacakan.
Setelah memperjuangkan posisi yang mungkin bukan keyakinanmu sendiri, apakah pandangan pribadimu bergeser? Ke arah mana?
Penutup materi memberi enam prinsip: Firman, tradisi, akal, pengalaman orang nyata, belas kasihan, dan Allah sebagai hakim akhir. Prinsip mana yang paling jarang kamu dengar dipakai ketika orang Kristen memperdebatkan isu ini β dan mana yang paling sering disalahgunakan?
Bayangkan seorang teman gerejamu datang dan bercerita ia baru saja melakukan aborsi, atau ayahnya meminta eutanasia. Dari seluruh diskusi tadi, kalimat pertama apa yang akan kamu ucapkan padanya?