100% Tuhan, 100% Manusia
Disusun oleh: Simon Sarbunan, M.Si Teol
(Guru Agama Kristen SMA Pradita Dirgantara)
(Juruselamat? Tuhan? Nabi? Guru yang Baik? Anak Allah?)
Ini disebut **Inkarnasi**: Allah mengambil rupa manusia. (Yohanes 1:14)
Karena sepanjang sejarah kekristenan, banyak muncul Ajaran Sesat (Bidat) yang memutarbalikkan fakta tentang siapa Yesus sebenarnya.
"Jika kamu salah memahami siapa Yesus, kamu akan salah memahami keselamatan."
Latar Belakang: Aliran Gnostik
Kesalahan: Mereka menganggap "materi/daging itu jahat". Jadi, Allah tidak mungkin menjadi daging. Mereka mengajarkan bahwa Yesus hanya kelihatannya saja seperti manusia (seperti hologram atau bayangan).
Bantahan Alkitab: Yohanes 1:14 (Firman itu telah menjadi daging).
Tokoh: Arius (Berasal dari Aleksandria, Mesir)
Kesalahan: Arius mengajarkan bahwa Yesus bukanlah Allah kekal, melainkan ciptaan Allah yang paling pertama dan paling agung. Moto mereka: "Pernah ada waktu di mana Anak tidak ada."
Ajaran ini ditolak keras di Konsili Nicea (325 M) yang menegaskan Yesus sehakikat dengan Bapa.
(Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir)
Tokoh: Joseph Smith (Amerika Serikat, Abad 19)
Tokoh: Charles Taze Russell (Amerika Serikat, 1870-an)
Kesalahan (Mirip Arianisme Kuno):
Yesus merasakan semua hal yang kita rasakan (secara fisik dan emosi), namun Ia tidak berbuat dosa.
Berbeda dengan ajaran Saksi Yehuwa & Arianisme, Yesus melakukan hak mutlak Allah.
...Dia bisa menjadi guru hebat atau nabi, tapi darah-Nya hanya cukup menebus Diri-Nya sendiri. Dia tidak bisa **menyelamatkan seluruh dunia**. Kematian-Nya hanya tragedi sejarah.
...Dia tidak bisa mati di kayu salib. Allah tidak bisa mati. Dia tidak bisa **menggantikan** kita menanggung maut. Dia tidak *benar-benar* mengerti rasanya menjadi lemah.
Dia punya darah dan daging untuk **MEWAKILI** kita dan **MATI** menggantikan kita.
Dia adalah Imam Besar yang **MENGERTI** kelemahan kita (Ibrani 4:15).
Kematian-Nya bernilai **TAKBATAS**, cukup untuk membayar dosa semesta.
Dia bisa **MENGALAHKAN** maut dan bangkit kembali untuk memberi kita hidup.
"Karena Allah itu esa dan esa pula pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus."1 Timotius 2:5
Yesus adalah **jembatan** yang sempurna karena Dia adalah **kedua** sisi jembatan itu sekaligus (Sisi Allah dan Sisi Manusia).
Mengetahui Yesus adalah 100% Allah dan 100% Manusia berarti:
Dia adalah Pencipta Semesta yang rela menjadi manusia miskin untuk menyelamatkanmu.