Siap Sedia, Bukan Takut.
Disusun oleh: Simon Sarbunan, M.Si Teol
(Guru Agama Kristen SMA Pradita Dirgantara)
Alkitab meminta kita fokus pada apa yang PASTI, bukan berspekulasi pada apa yang TIDAK PASTI.
"Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."Matius 24:36
Jika ada yang mencoba meramal tanggal, bulan, atau tahun, mereka 100% salah.
Sebagian besar perbedaan pandangan (terutama di gereja Protestan) berasal dari cara menafsirkan kitab **Wahyu 20:1-6**.
"Lalu aku melihat... mereka memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa **seribu tahun**."
Pertanyaannya: Kapan 1000 tahun ini terjadi? Apakah ini harfiah (literal) atau simbolis?
Pandangan ini percaya Yesus akan datang **SEBELUM** (Pre-) 1000 tahun.
Pandangan ini percaya Yesus akan datang **SETELAH** (Post-) 1000 tahun.
Pandangan ini percaya **TIDAK ADA** (A-) 1000 tahun literal.
Pandangan **Amilenialisme** adalah pandangan teologis yang paling historis dan dipegang oleh gereja-gereja *mainstream* (Katolik Roma, Lutheran, Reformed/Presbyterian, Anglikan, banyak gereja Protestan lainnya).
Fokusnya bukan pada "jadwal" rumit, tapi pada realitas bahwa Kristus **sedang memerintah sekarang** dan kita hidup di "zaman akhir" sejak kenaikan-Nya.
"Banyak perang, gempa bumi, dan bencana! Pasti kiamat sudah dekat!"
Yesus berkata bahwa semua itu (perang, bencana, nabi palsu) adalah **"permulaan penderitaan"** (Matius 24:8).
Itu adalah "gejala" dunia yang sudah berdosa, BUKAN "jadwal" kedatangan-Nya. Tanda-tanda ini sudah terjadi selama 2000 tahun (sesuai pandangan Amilenial).
"Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, **sesudah itu barulah tiba kesudahannya**." (Matius 24:14)
Yesus berkali-kali mengingatkan: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!" (Mat 24:4). Jangan percaya ramalan aneh atau ajaran sesat.
Pegang teguh Alkitab, bukan teori konspirasi.
"Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang." (Mat 24:42).
"Berjaga-jaga" artinya: Hidup kudus, taat, dan benar SETIAP HARI, seolah-olah Yesus akan datang hari ini.
Menunggu Yesus bukan berarti jadi malas, berhenti sekolah, atau tidak merencanakan masa depan.
Kita harus tetap menjadi siswa, anak, dan pelayan yang terbaik. (2 Tesalonika 3:10-12).
"Tuhan... sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat." (2 Petrus 3:9).
Keterlambatan-Nya adalah KESEMPATAN bagi orang lain untuk diselamatkan.
Ini bukanlah "Film Horor" yang kita takuti,
melainkan **"Hari Pernikahan"** yang kita nanti-nantikan, saat Mempelai Pria (Yesus) datang menjemput Mempelai Wanita-Nya (Gereja).
"Maranatha!" (Tuhan, datanglah!)