Subjudul
Bukan Gedungnya, Tapi Orangnya
Disusun oleh: Simon Sarbunan, M.Si Teol
Guru Agama Kristen SMA Pradita Dirgantara
"Gereja itu bangunan tempat orang Kristen beribadah setiap hari Minggu."
"Gereja adalah **KUMPULAN ORANG** yang dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib."
(Bahasa Yunani)
"Dipanggil Keluar"
Ek (Keluar) + Kaleo (Memanggil)
"Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya." (1 Korintus 12:27)
Kristus adalah Kepala. Gereja harus tunduk pada pimpinan-Nya, bukan pada kemauan manusia.
Mata beda dengan tangan. Kita punya karunia beda, tapi sama pentingnya.
Mata tidak bisa berkata pada tangan "aku tidak butuh engkau". Kita saling melengkapi.
(Efesus 5:25-27)
Gereja sangat dikasihi oleh Tuhan. Dia rela mati untuk menyucikan gereja-Nya. Kita harus menjaga kekudusan hidup sebagai respon kasih.
(1 Petrus 2:5)
Kita adalah "batu hidup" yang disusun menjadi rumah rohani. Dasarnya adalah para rasul/nabi, dan Kristus adalah Batu Penjuru.
(Bersekutu)
Membangun persaudaraan yang erat, saling menguatkan, dan beribadah bersama.
(Bersaksi)
Memberitakan Injil kabar baik kepada dunia lewat perkataan dan hidup kita.
(Melayani)
Mewujudkan kasih Allah dalam tindakan nyata menolong yang lemah dan miskin.
Jemaat yang datang ke gereja hanya untuk "mendapat" (hiburan, berkat), bukan untuk "memberi" (melayani, menyembah).
Solusi: Menjadi murid, bukan penonton.
Sibuk kegiatan gereja tapi melupakan relasi pribadi dengan Tuhan dan kasih kepada sesama.
Solusi: Kembali pada inti Injil.
Bertengkar soal hal-hal kecil atau ego sektoral yang merusak kesaksian gereja.
Solusi: Kerendahan hati & persatuan.
Gagal menjawab pertanyaan generasi muda tentang iman di era digital/sains.
Solusi: Iman yang berpikir (seperti BatasRealitas).
"Dan Ia (Kristus) adalah kepala tubuh, yaitu jemaat."