Subjudul
Memahami Kesatuan Gereja di Tengah Perbedaan Denominasi
Disusun oleh: Simon Sarbunan, M.Si Teol
Guru Agama Kristen SMA Pradita Dirgantara
GKI, GKJ, HKBP, Katolik, Pentakosta, Advent, Baptis...
"Kenapa sih gereja ada banyak banget 'merek'-nya?"
Kopi Tubruk, Espresso, Latte, Cappuccino.
Wadah dan cara penyajiannya beda, tapi intinya sama: **KOPI**.
(Bahasa Yunani)
"Dunia yang Dihuni"
Oikos (Rumah) + Menein (Tinggal)
Kesatuan gereja adalah DOA TERAKHIR YESUS sebelum Dia disalib.
Gereja lahir di tempat berbeda (Eropa, Asia, dll) membawa tradisi berbeda (misal: HKBP kental budaya Batak, GKJ budaya Jawa).
Ada yang menekankan liturgi/ketertiban (Reformed, Lutheran), ada yang menekankan roh/ekspresi (Pentakosta, Karismatik).
Perbedaan denominasi seperti **warna pelangi**. Satu warna indah, tapi gabungan semua warna jauh lebih indah dan lengkap menggambarkan kemuliaan Tuhan.
Mau berteman dan belajar dari teman gereja lain. Jangan merasa gerejamu paling benar.
Fokus pada apa yang menyatukan kita (Yesus, Alkitab, Keselamatan), bukan hal kecil yang membedakan (cara baptis, lagu).
Bisa melayani bersama dalam Natal gabungan, bakti sosial, atau persekutuan sekolah.
Di sekolah, ada temanmu (Andi) yang bilang ke teman lain (Budi):
"Ah, gereja kamu ibadahnya kayak orang mati, gak ada rohnya! Gereja aku dong yang paling bener, sampai lompat-lompat!"
Gereja kita di Lanud Adi Soemarmo ini adalah contoh nyata semangat Oikoumene.
Di Rohkris (Rohani Kristen) SMA Pradita Dirgantara, kalian datang dari berbagai daerah dan gereja asal yang berbeda-beda.
Tantanganmu:
"Satu tubuh, dan satu Roh... satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua..."