Judul Slide

Subjudul

Slide 1 / 12

Kecerdasan Emosional
(Emotional Intelligence)

Mengelola Emosi dengan Bijak Sesuai Firman Tuhan

Disusun oleh: Simon Sarbunan, M.Si Teol

Berdasarkan Teori Daniel Goleman

IQ (Kecerdasan Intelektual)

Pintar Matematika, Nilai Ujian Bagus, Logika Kuat.

"Membuatmu diterima kerja."

EQ (Kecerdasan Emosional)

Tahan banting, Bisa kerjasama, Paham perasaan teman.

"Membuatmu sukses dalam karir & hidup."

Menurut Daniel Goleman

Kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi kita sendiri, serta kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mempengaruhi emosi orang lain.

Alkitab Sudah Duluan!

  • Amsal 16:32

    "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."

  • Amsal 25:28

    "Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya."

5 Pilar Kecerdasan Emosional

Self-Awareness

Sadar emosi diri sendiri.

Self-Regulation

Mengelola emosi diri.

Motivation

Dorongan mencapai tujuan.

Empathy

Merasakan emosi orang lain.

Social Skills

Membangun hubungan.

Kesadaran Diri

Tahu apa yang dirasakan. "Aku sedang marah karena..."

"Ujilah dirimu sendiri..." (2 Korintus 13:5)

Pengaturan Diri

Tidak meledak-ledak. Berpikir sebelum bertindak.

"Orang bodoh membiarkan amarahnya meledak, tetapi orang bijak memendamnya." (Amsal 29:11)

Contoh Tokoh: DAUD

Hampir membunuh Nabal karena marah, tapi ditenangkan Abigail (1 Sam 25).

Memakai Sepatu Orang Lain

"Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!"

— Roma 12:15


Teladan Utama: YESUS

Dia tergerak oleh belas kasihan saat melihat janda Nain menangis, lalu membangkitkan anaknya (Lukas 7).

Jago Bergaul (Secara Sehat)

  • Komunikasi yang jelas & sopan.
  • Bisa menyelesaikan konflik.
  • Menjadi pembawa damai.

Tips Praktis:

Mendengar Aktif

Tatap mata, jangan main HP saat teman bicara.

Validasi Perasaan

"Aku ngerti kamu kecewa..." (Bukan langsung menasihati).

Kasus: Nilai Jelek

Budi dapat nilai 40. Dia marah sekali dan ingin merobek kertas ujiannya di depan guru.

EQ Rendah: Merobek kertas (Impulsif).
EQ Tinggi: Tarik napas, terima kenyataan, tanya guru bagian mana yang salah (Self-Regulation).

Kasus: Teman Sedih

Rina melihat Sarah menangis di pojok kelas karena putus cinta.

EQ Rendah: "Ah gitu aja nangis, lebay!" (Cuek).
EQ Tinggi: Duduk di sebelahnya, tawarkan tisu, dengarkan ceritanya (Empati).

Untuk Apa Kamu Berjuang?

Motivasi Eksternal (Sementara)

Hadiah, Uang, Pujian, Nilai Bagus.

Motivasi Internal (Abadi)

Kepuasan batin, Tujuan hidup, Memuliakan Tuhan.

"Aku mengejar tujuan itu... untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah." (Filipi 3:14)

Latihan Minggu Ini

Jeda 5 Detik

Saat marah/kesal, hitung 1-5 sebelum bicara/bertindak.

Dengar Aktif

Dengarkan temanmu tanpa memotong pembicaraan minimal 1 kali.

Jurnal Emosi

Tulis apa yang kamu rasakan hari ini sebelum tidur.

Terima Kasih

"Tuhan, beri kami hati yang bijaksana untuk mengelola perasaan kami, dan hati yang lembut untuk memahami sesama kami. Amin."