Subjudul
Mengelola Emosi dengan Bijak Sesuai Firman Tuhan
Disusun oleh: Simon Sarbunan, M.Si Teol
Berdasarkan Teori Daniel Goleman
Pintar Matematika, Nilai Ujian Bagus, Logika Kuat.
Tahan banting, Bisa kerjasama, Paham perasaan teman.
Kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi kita sendiri, serta kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mempengaruhi emosi orang lain.
Amsal 16:32
"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
Amsal 25:28
"Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya."
Sadar emosi diri sendiri.
Mengelola emosi diri.
Dorongan mencapai tujuan.
Merasakan emosi orang lain.
Membangun hubungan.
Tahu apa yang dirasakan. "Aku sedang marah karena..."
Tidak meledak-ledak. Berpikir sebelum bertindak.
Contoh Tokoh: DAUD
Hampir membunuh Nabal karena marah, tapi ditenangkan Abigail (1 Sam 25).
"Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!"
— Roma 12:15
Teladan Utama: YESUS
Dia tergerak oleh belas kasihan saat melihat janda Nain menangis, lalu membangkitkan anaknya (Lukas 7).
Mendengar Aktif
Tatap mata, jangan main HP saat teman bicara.
Validasi Perasaan
"Aku ngerti kamu kecewa..." (Bukan langsung menasihati).
Budi dapat nilai 40. Dia marah sekali dan ingin merobek kertas ujiannya di depan guru.
Rina melihat Sarah menangis di pojok kelas karena putus cinta.
Hadiah, Uang, Pujian, Nilai Bagus.
Kepuasan batin, Tujuan hidup, Memuliakan Tuhan.
"Aku mengejar tujuan itu... untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah." (Filipi 3:14)
Saat marah/kesal, hitung 1-5 sebelum bicara/bertindak.
Dengarkan temanmu tanpa memotong pembicaraan minimal 1 kali.
Tulis apa yang kamu rasakan hari ini sebelum tidur.
"Tuhan, beri kami hati yang bijaksana untuk mengelola perasaan kami, dan hati yang lembut untuk memahami sesama kami. Amin."