Subjudul
Sains, Bioetika, dan Keluarga Kristen di Era Modern
Disusun oleh: Simon Sarbunan, M.Si Teol
Guru Agama Kristen SMA Pradita Dirgantara
"Kamu harus memilih: Menjadi ilmuwan yang cerdas ATAU orang Kristen yang taat. Tidak bisa keduanya."
Isaac Newton, Blaise Pascal, Louis Pasteur... adalah Ilmuwan Jenius sekaligus Kristen yang Taat.
Allah menyatakan kemuliaan-Nya melalui ciptaan. Sains adalah cara kita mempelajari "Bagaimana" Allah bekerja.
Allah menyatakan kehendak-Nya untuk keselamatan. Iman menjawab pertanyaan "Mengapa" dan "Untuk Apa".
Studi tentang masalah etika yang muncul dari kemajuan biologi dan kedokteran.
Mengakhiri kehamilan sebelum waktunya.
Pandangan Kristen:
Kehidupan dimulai sejak pembuahan. Janin adalah manusia yang sedang dibentuk Allah (Mazmur 139:13). Hak hidup adalah milik Tuhan.
Sengaja mengakhiri hidup untuk menghilangkan penderitaan.
Pandangan Kristen:
Penderitaan tidak menghilangkan martabat manusia. Tugas kita adalah merawat (caring), bukan membunuh (killing). Maut ada di tangan Tuhan.
"Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"
Yosua 24:15
Seorang pasien kanker stadium akhir sangat menderita dan meminta dokter untuk menyuntik mati dirinya agar penderitaannya berakhir. Keluarganya tidak tega melihatnya kesakitan.
Tidak anti-sains, tapi menguji segala sesuatu dengan Firman Tuhan.
Membela kehidupan (pro-life) dari pembuahan sampai kematian alami.
Memprioritaskan waktu berkualitas dan ibadah bersama keluarga.
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."