Subjudul
Demokrasi, HAM, dan Toleransi dalam Terang Iman Kristen
Disusun oleh: Simon Sarbunan, M.Si Teol
(Filipi 3:20)
Tunduk pada Kristus, memegang nilai-nilai Alkitab, fokus pada kekekalan.
(Yeremia 29:7)
Tunduk pada pemerintah, memegang Pancasila, berkontribusi bagi kesejahteraan kota.
"Menjadi Kristen yang baik berarti menjadi Warga Negara yang baik."
Sila-sila Pancasila selaras dengan nilai Alkitab:
Bukan karena tren dunia, tapi karena mandat Alkitab.
(Kejadian 1:26-27)
Setiap manusia (kaya/miskin, beda agama/suku) diciptakan Segambar dengan Allah. Karena itu, setiap nyawa punya martabat yang harus dihormati. Melanggar HAM = Menghina Pencipta.
(Amsal 31:8-9)
"Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu... Dan berilah keadilan kepada orang yang tertindas." Kita dipanggil menjadi suara bagi yang tak bersuara.
"Gereja yang tidak peduli pada penderitaan manusia adalah gereja yang lupa pada salib Kristus."
Bukan sekadar "membiarkan" (pasif), tapi "membangun jembatan" (aktif).
Aktif di OSIS/kepanitiaan. Menghargai pendapat teman saat musyawarah kelas.
Berani membela teman yang di-bully. Tidak ikut-ikutan mendiskriminasi adik kelas.
Berteman lintas agama dan suku. Mengucapkan selamat hari raya dengan tulus.
Ada calon ketua OSIS yang sangat kompeten tapi beda agama denganmu. Ada juga calon yang seagama tapi kurang kompeten dan malas. Siapa yang harus dipilih? Mengapa?
Di grup WA kelas, ada teman yang mengirim *meme* yang menghina agama lain. Banyak yang tertawa. Apa yang harus kamu lakukan sebagai murid Kristus?
"Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."